Selasa, 28 Juli 2009

Ibra: Aku Bukan Pengganti Eto'o


Selasa, 28/7/2009 | 15:33 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Zlatan Ibrahimovic menegaskan, dia datang ke Barcelona bukan sebagai pengganti Samuel Eto'o yang pindah ke Inter Milan. Sebab, dia pemain yang berbeda dan siap memberikan yang terbaik buat El Barca.

Transfer Ibra dengan Eto'o memang terkesan penukaran. Ibra dibeli Barcelona dengan bayaran 46 juta euro plus Samuel Eto'o. Barcelona juga harus meminjamkan gelandang Aliaksandr Hleb ke Inter.

"Asal tahu saja, aku datang bukan sebagai pengganti Eto'o. Sebab, aku pemain yang berbeda dibandingnya. Aku datang untuk membawa sesuatu yang baru buat Barcelona," tandas Ibra.

Ibra masih harus mengatasi retak di tulang kaki kirinya. Menurutnya, kehadirannya di Barcelona juga agak terlambat, karena ada sedikit masalah dalam proses transfer.

"Tak ada yang tahu tentang hal ini. Tapi, beberapa bulan lalu aku mengatakan kepada Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, bahwa aku ingin pindah ke Barcelona. Aku katakan kepadanya, hanya ada satu klub yang mampu membeliku. Memang banyak klub hebat, tapi aku hanya ingin bergabung dengan Barcelona," katanya.

Dalam pemeriksaan kesehatan di Barcelona, dokter menemukan ada retak di tulangnya. Maka, diputuskan Ibra menjalani operasi agar segera sembuh.

"Tapi, kami akan tetap membawa Ibra ke Amerika Serikat dalam rangkaian tur. Mungkin dia hanya akan bermain beberapa saat pada turnamen Piala Hans Gamper pada 19 Agustus nanti. Setelah itu, dia harus istirahat agar kondisinya benar-benar bagus," kata Direktur Olahraga Barcelona, Tziki Begiristain.


Senin, 27 Juli 2009

Real Madrid Belum Memuaskan


Real Madrid Belum Memuaskan

By Republika Newsroom
Senin, 27 Juli 2009 pukul 14:31:00

MADRID - Penampilan Real Madrid masih belum bergigi. Mereka memetik hasil mengecewakan di pertandingan pertama Peace Cup.

Menghadapi tim sekelas Al-Ittihad, Galacticos Madrid hampir tak berdaya. Ironisnya, Madrid yang sesungguhnya bermain di kandang sendiri di Stadion Santiago Bernabeu, hanya mampu bermain imbang 1-1, Senin (27/7) dinihari WIB. Hasil ini membuat Madrid menduduki peringkat dua di klasemen Grup B di Peace Cup.

Bermodalkan sederetan pemain bintang minus Kaka, Madrid diperkirakan tidak menemui kesulitan meraih kemenangan. Prediksi itu tak sepenuhnya keliru karena Galacticos langsung menekan pertahanan lawan dan memperlihatkan dominasinya.

Bahkan bintang anyar Cristiano Ronaldo selalu mendapat sambutan setiap kali menyentuh bola. Kerjasamanya dengan Lassana Diarra, Karim Benzema atau Wesley Sneijder kerap mengancam pertahanan The Jeddah Tigers.

Meski lebih menguasai pertandingan, namun Madrid tak mampu membobol gawang lawan. Bahkan babak pertama belum rampung, pasukan Manuel Pellegrini sudah nyaris frustrasi menghadapi pertahanan kokoh Al-Ittihad.

Kiper Mabrouk Zayed juga tampil gemilang karena selalu berhasil mementahkan serangan Madrid. Termasuk peluang bagus dari sang legenda Bernabeu, Raul Gonzalez. Tendangan Raul masih bisa diselamatkan oleh Zayed.

Bahkan Al-Ittihad nyaris unggul bila striker Nayef Hazzazi tidak tergesa-gesa memanfaatkan kesalahan kiper Jerzy Dudek. Nyaris kebobolan di babak pertama seharusnya memotivasi Madrid untuk makin intensif melakukan serangan. Namun, mereka tetap gagal menembus pertahanan tim tamu.

Madrid akhirnya bisa mengatasi kemandulannya dan mencetak gol di babak kedua. Hanya, gol Madrid tercipta dari titik penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Alshamrani terhadap Raul di menit ke-55. Wasit menunjuk titik putih dan Raul menyelesaikan eksekusinya dengan sempurna.

Gol tersebut diperkirakan membuat mental pemain Al-Ittihad ambruk yang membuka peluang bagi Madrid untuk pesta gol. Yang terjadi justru kebalikannya. Mereka mampu bangkit dan mulai menekan pertahanan Madrid.

Serangan tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-63. Bermula dari tendangan bebas Al Saqri yang kemudian disambut oleh Hicham Aboucherouane yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. (goal.com/itz)